Website perusahaan yang membuat orang mengerti apa yang Anda kerjakan dalam 30 detik — dan kenapa itu penting buat mereka.
Masalahnya biasanya bukan tampilan.
Hampir setiap bisnis yang menghubungi saya untuk website company profile membuka percakapan dengan kalimat yang sama: "website kami sudah tidak enak dilihat." Setelah dua puluh menit, masalah sebenarnya hampir selalu muncul di tempat lain.
Situsnya memuat "Tentang Kami", "Visi & Misi", dan daftar sembilan layanan yang ditulis dengan kalimat yang bisa dipakai perusahaan mana pun. Pengunjung membaca semuanya dan tetap tidak tahu apa yang membedakan Anda. Bukan karena desainnya jelek — tapi karena situs itu menjelaskan apa yang Anda lakukan, tanpa pernah menjelaskan kenapa itu berarti.
Redesign yang hanya mengganti font dan warna akan menghasilkan situs yang lebih rapi dengan masalah yang persis sama. Itu sebabnya proyek company profile saya tidak dimulai dari palet warna, tapi dari satu pertanyaan yang sering bikin tidak nyaman: kalau pengunjung hanya membaca satu kalimat di situs ini, kalimat mana yang harus dia baca?
Sesi terstruktur untuk menggali positioning, audiens, dan apa yang sebenarnya Anda jual. Outputnya dokumen yang bisa Anda pakai bahkan di luar website.
Peta halaman dan hierarki pesan. Apa yang dibaca duluan, apa yang menyusul, apa yang sebaiknya dibuang.
Desain penuh untuk desktop dan mobile, dibangun di atas sistem yang konsisten — bukan halaman yang digambar satu per satu.
Dibangun di platform yang bisa Anda kelola sendiri. Pilihan platformnya keputusan bersama, berdasarkan siapa yang akan mengurusnya sehari-hari.
Diuji di ponsel sungguhan, bukan hanya di simulator browser.
Struktur heading, meta, sitemap, kecepatan, dan URL yang benar sejak hari pertama. Bukan optimasi konten berkelanjutan.
Jalur masuk yang sesuai kebiasaan orang Indonesia, bukan formulir dua belas kolom.
Sesi rekaman supaya tim Anda bisa mengubah teks dan gambar tanpa menghubungi saya.
Kolom kanan sama pentingnya dengan kolom kiri. Saya lebih suka kehilangan proyek di tahap ini daripada kita berdua menyadarinya di minggu kelima.
2–4 minggu untuk company profile umum. Lebih dari itu kalau kontennya belum siap atau halamannya banyak.
Memahami bisnis, audiens, dan tantangannya. Yang Anda dapat: ruang lingkup yang jelas, linimasa, dan penilaian jujur tentang apa yang realistis.
Peta halaman dan hierarki pesan disepakati sebelum satu piksel pun digambar. Ini tahap yang paling sering dilewati orang lain, dan yang paling menentukan hasil.
Merancang dan membangun. Update rutin, ruang untuk masukan, tanpa kejutan saat peluncuran.
Situs yang bekerja di hari pertama, training penggunaan, dan rencana untuk hari keseratus.
Angka pastinya bergantung pada jumlah halaman, kesiapan konten, dan kompleksitas integrasi.

Agensi digital marketing di Jakarta. Tantangannya: membangun kredibilitas tanpa terlihat seperti vendor kebanyakan. Saya terjemahkan design guideline mereka menjadi situs WordPress yang memposisikan mereka sebagai Google Partner strategis.
Lihat situs ↗
Konsultan pendidikan yang situs lamanya mengubur pesan utama di balik daftar fitur dan klise generik, membuat orang tua bingung apa yang membedakan mereka. Saya bangun ulang dengan bahasa orang tua — terasa premium, membuktikan kredibilitas lewat angka konkret sebelum keraguan sempat muncul.
Lihat situs ↗
NGO kesehatan reproduksi yang memperluas akses layanan pascakeguguran yang aman. Situs lama mereka menyimpang dari design system internasional yang baru. Saya bangun ulang agar selaras dengan brand global, tanpa mengorbankan preferensi audiens Indonesia.
Lihat situs ↗Lihat seluruh portofolio website — lengkap dengan konteks di balik setiap keputusannya.
Lebih sedikit dari yang Anda kira. Sebagian besar company profile bekerja dengan lima sampai tujuh halaman: beranda, tentang, layanan, bukti kerja, dan kontak. Halaman tambahan biasanya lahir dari kebiasaan, bukan kebutuhan. Kalau ada halaman yang tidak bisa Anda jelaskan tujuannya dalam satu kalimat, halaman itu kemungkinan besar tidak perlu ada.
Tergantung siapa yang akan mengurusnya. Wix lebih mudah dipegang orang non-teknis dan cukup untuk mayoritas company profile. WordPress lebih fleksibel dan lebih siap tumbuh, tapi butuh sedikit lebih banyak perhatian. Saya bangun keduanya, jadi saya tidak punya kepentingan mendorong Anda ke salah satunya. Keputusan ini diambil di sesi discovery, bukan di awal.
Itu kondisi yang paling umum, dan bukan masalah — asal kita tahu dari awal. Saya menyusun struktur dan arah pesannya, lalu Anda atau penulis Anda mengisi naskahnya. Yang perlu dihindari adalah memulai desain sambil berharap kontennya menyusul; itu cara paling andal untuk membuat proyek molor berbulan-bulan.
Ya, dan itu memang tujuannya. Setiap proyek termasuk training penggunaan. Mengganti teks, gambar, dan menambah halaman harus bisa Anda lakukan tanpa menghubungi siapa pun. Kalau setiap perubahan kecil harus lewat developer, yang Anda punya bukan aset — tapi ketergantungan.